Mabestv.Newsz.id, Sidoarjo – Pemerintah Desa Betro, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, secara resmi menyalurkan Bantuan Pengusaha Mikro/Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) Tahun Anggaran 2025 kepada para pelaku usaha mikro di wilayahnya pada hari Selasa (16/12/2025). Kegiatan yang diadakan di balai desa setempat diisi dengan antusiasme oleh perangkat desa seluruhnya, komite pemilihan penerima, serta para pelaku usaha yang akan menerima bantuan.
Selama acara yang berlangsung selama lebih dari satu jam, para penerima secara teratur mengantri untuk menerima bantuan yang dikemas dalam kantong berwarna merah yang mencolok. Kantong tersebut tidak hanya menjadi simbol kebanggaan bagi penerima, tetapi juga merupakan wujud perhatian pemerintah desa yang langsung mengenai kebutuhan nyata usaha mereka. Upacara penyerahan diresmikan langsung oleh Kepala Desa Betro, Aniyu, yang dalam sambutannya menyampaikan harapan agar bantuan ini dapat menjadi pemicu untuk meningkatkan produktivitas dan keberlangsungan usaha di desa.
“Bantuan yang diberikan hari ini merupakan penyaluran tahap kedua dalam rangkaian program pemberdayaan ekonomi tahun 2025, dan ditujukan kepada 80 pengusaha mikro yang telah melalui proses verifikasi dan terdata secara resmi di kantor desa,” jelas Aniyu saat ditemui usai acara penyerahan di kantornya. Dia menekankan bahwa proses seleksi penerima dilakukan dengan cara yang transparan dan objektif, dengan mempertimbangkan kinerja usaha, dampak sosial, serta kebutuhan yang paling mendesak masing-masing pelaku usaha.
Berbeda dengan bantuan yang seringkali diberikan dalam bentuk uang tunai, Pemerintah Desa Betro memilih untuk menyalurkan bantuan dalam bentuk paket kebutuhan usaha yang dapat langsung dimanfaatkan. “Kami memutuskan untuk memberikan bantuan berupa barang karena kita ingin memastikan bahwa bantuan tersebut benar-benar digunakan untuk keperluan operasional usaha, bukan untuk kebutuhan pribadi lainnya,” terangnya.
Jenis barang yang diberikan disesuaikan secara cermat dengan bidang usaha masing-masing penerima, sehingga memastikan kesesuaian dan manfaat maksimal. Sebagai contoh, bagi pelaku usaha warung kopi (warkop) yang banyak terdapat di Desa Betro, bantuan diberikan berupa biji kopi berkualitas, gula pasir, gula aren, seduhan kopi, gelas, dan peralatan penunjang lainnya. Sementara itu, bagi pelaku usaha kerajinan tangan seperti membuat anyaman rotan atau tenun, bantuan berupa bahan baku rotan, benang, dan peralatan pengolah. Untuk pelaku usaha makanan ringan seperti kue kering atau keripik, diberikan bahan baku seperti tepung terigu, gula, mentega, dan kemasan makanan.
“Harapannya bantuan ini benar-benar tepat sasaran, membantu mempermudah operasional usaha sehari-hari, dan pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan para pelaku UMKM. Kita ingin mereka dapat mengembangkan usahanya, menambah variasi produk, atau bahkan memperluas jangkauan pasar ke wilayah sekitar,” tambah Aniyu yang juga menekankan pentingnya peran UMKM sebagai tulang punggung perekonomian di tingkat desa.
Selain penyaluran bantuan, acara tersebut juga diisi dengan sesi pengetahuan singkat oleh perangkat desa mengenai cara mengelola usaha dengan lebih efisien dan bagaimana memanfaatkan teknologi sederhana untuk meningkatkan penjualan. Para penerima juga diminta untuk melaporkan perkembangan usahanya setiap bulan ke kantor desa, sehingga pemerintah dapat memantau dampak bantuan dan memberikan bimbingan tambahan jika diperlukan.
Salah satu penerima bantuan, Siti Nurhaliza (35 tahun), yang menjalankan warung kopi di dusun Betro Timur, menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diterimanya. “Sangat membantu sekali, karena akhir-akhir ini harga bahan baku seperti kopi dan gula meningkat. Dengan bantuan ini, saya tidak perlu keluar uang banyak untuk membeli bahan, sehingga dapat menyisihkan uang untuk menambah stok lain atau memperbaiki tempat warung,” ujarnya dengan senyum.
Pemerintah Desa Betro berkomitmen untuk terus mengembangkan program pemberdayaan ekonomi desa yang berkelanjutan di masa depan. Selain bantuan UMKM, desa juga sedang merencanakan untuk mengadakan pelatihan keterampilan usaha, seperti pembuatan produk inovatif, manajemen keuangan, dan pemasaran daring, guna memperkuat kapasitas para pelaku usaha mikro. Semua upaya ini ditujukan untuk memperkuat perekonomian masyarakat di tingkat desa, mengurangi kemiskinan, dan menciptakan lapangan kerja lokal yang berkelanjutan.
“Kita menyadari bahwa UMKM memiliki peran yang sangat penting dalam membangun ekonomi desa. Oleh karena itu, pemerintah desa akan terus bekerja keras untuk memberikan dukungan yang optimal, agar usaha-usaha di Desa Betro dapat tumbuh dan berkembang dengan baik,” tegas Aniyu dalam menutup pembicaraannya.(Imam)