
Mabestv.Newsz.id, JAKARTA — Tidak banyak orang yang bisa meninggalkan sebuah institusi besar dengan kepala tegak dan kata-kata yang tertata. Dr. Netty Rosdiana Siagian, S.H., M.M., M.H., melakukannya pada malam 31 Oktober 2026, lewat sebuah unggahan Instagram yang kemudian menyebar luas dan membuat banyak orang terdiam membacanya.
Perwira berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) ini menjabat Kepala Bagian Perencanaan dan Administrasi di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya saat memutuskan mengumumkan pengunduran dirinya dari Kepolisian Republik Indonesia.
Dalam pesannya, ia tidak menyebut nama maupun merinci peristiwa tertentu. Namun kalimat-kalimat yang ditulisnya cukup untuk membuat pembaca memahami beratnya keputusan tersebut.
“Tidak mudah meninggalkan institusi yang pernah menjadi bagian dari hidup dan pengabdian. Namun, lebih menyakitkan jika harus bertahan dalam tatanan yang tak lagi sejalan dengan hati nurani,” tulisnya.
Ia melanjutkan dengan pernyataan yang tajam, “Saya tidak pergi karena kehilangan keberanian, tetapi karena saya tidak ingin kehilangan prinsip. Saya tidak takut melepaskan jabatan, tetapi saya takut mengkhianati kebenaran yang saya yakini.”
Netty bukanlah perwira biasa. Ia menyandang gelar Doktor Ilmu Hukum dengan predikat cumlaude dari Universitas Sriwijaya. Rekam jejak pengabdiannya panjang: pernah menjabat Kapolsek Sunda Kelapa, Kapolsek Menteng, hingga Karo Ops Polda Jawa Timur sebelum akhirnya bertugas di Polda Metro Jaya. Nama beliau juga sempat menjadi perbincangan publik saat secara terbuka menyampaikan kritik kepada Mayor Teddy Indra Wijaya sebuah langkah yang tidak lazim diambil seorang perwira menengah.
Kini ia memilih pergi, bukan dengan kemarahan, melainkan dengan keteguhan hati. “Saya memilih mundur dengan luka, daripada bertahan dengan mengorbankan prinsip,” pungkasnya.
Publik pun menyampaikan apresiasi atas kebesaran hati mantan perwira ini, salah satunya menuliskan: “Saya salut dengan kebesaran hatimu. Cukup untuk membuka mata para anggota yang lain yang masih punya hati nurani. Selamat menjalankan hidup dengan hati nurani yang baik, cari makan bukan hanya di Polri, tetap semangat ibunda.”
(IMM)





