
Mabestv.Newsz.id, SURABAYA — Peringatan ganda Hari Batik Nasional sekaligus Hari Tanpa Kekerasan Internasional yang jatuh pada Jumat, 2 Oktober 2026 menjadi momen bermakna untuk merawat jati diri bangsa sekaligus memperteguh komitmen hidup damai. Pesan ini disampaikan oleh tokoh masyarakat, purnawirawan TNI Angkatan Darat sekaligus advokat, Dr. (c) TNI AD Purn. Adv. Rikha Permatasari, S.H., M.H. dalam pernyataan resminya.
Dalam pesannya, ia menegaskan bahwa batik bukan sekadar pakaian, melainkan kebanggaan dan warisan budaya yang menyatukan keberagaman Indonesia. “Mari mengenakan, mencintai, dan melestarikan batik sebagai wujud penghormatan terhadap karya leluhur sekaligus jati diri bangsa,” ajaknya.
Bersamaan dengan itu, peringatan Hari Tanpa Kekerasan Internasional mengingatkan seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. “Menolak segala bentuk kekerasan dan intimidasi, serta memperjuangkan keadilan dengan keberanian dan cara yang bermartabat,” tegasnya.
Ia menambahkan: “Rawat budaya bangsa, tegakkan keadilan, dan lindungi martabat manusia. Setiap orang berhak hidup aman, dihormati, dan bebas dari kekerasan.”
Pesan ini diakhiri dengan semangat pengabdian untuk Indonesia, mengajak semua pihak menjadikan peringatan ini sebagai langkah nyata menuju bangsa yang berbudaya, adil, dan damai.(Imam)





