
Mabestv.Newsz.id, Kabupaten Malang – Puluhan tahun menjadi bagian dari perjalanan industri di Kabupaten Malang. PT Beiersdorf Indonesia kini menegaskan kembali kiprahnya melalui Production Center Malang Inauguration dengan Tema Siap Wujudkan Nomer Satu, yang digelar di fasilitas produksi perusahaan di Jalan Raya Desa Randuagung, Kecamatan Singosari, Kamis (20/8/2026).
Perjalanan panjang tersebut menjadi bukti bahwa investasi tidak hanya berbicara mengenai masuknya modal, tetapi juga tentang keberlanjutan usaha dan kontribusi perusahaan terhadap daerah tempatnya tumbuh.
Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran pemerintah daerah sekaligus menjadi bentuk apresiasi atas perjalanan PT Beiersdorf Indonesia yang selama puluhan tahun menjalankan aktivitas produksinya di Kabupaten Malang.
Sebelum acara utama dimulai, Lathifah meninjau langsung fasilitas produksi. Ia melihat berbagai area kerja, termasuk fasilitas produksi produk NIVEA, serta mencermati penerapan teknologi, standar keamanan, pengawasan kualitas dan sistem produksi yang diterapkan perusahaan.
Lathifah mengatakan, investasi yang bertahan dan berkembang dalam jangka panjang memiliki nilai strategis karena mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi daerah dan masyarakat.
“Investasi yang berkualitas adalah investasi yang mampu menghadirkan nilai tambah bagi daerah dan masyarakat,” kata Lathifah.
Menurutnya, keberadaan PT Beiersdorf Indonesia diharapkan terus memberikan kontribusi melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal, pertumbuhan sektor usaha pendukung serta peluang kemitraan dengan pelaku UMKM.
“Kami berharap kehadiran PT Beiersdorf Indonesia dapat memberikan dampak yang luas, antara lain melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal, tumbuhnya usaha-usaha pendukung, serta terbukanya peluang kemitraan dengan pelaku UMKM dan dunia usaha di Kabupaten Malang,” ujarnya.
Lathifah berharap keberadaan Production Center Malang dapat terus dikembangkan dengan mengedepankan inovasi dan teknologi. Di sisi lain, standar kerja yang diterapkan perusahaan juga diharapkan mampu memberikan transfer pengetahuan kepada sumber daya manusia lokal.
Menurutnya, Kabupaten Malang memiliki berbagai modal untuk menjadi daerah tujuan investasi. Selain memiliki jumlah sumber daya manusia yang besar, wilayah ini juga ditopang perkembangan kawasan ekonomi serta posisi strategis di Jawa Timur.
Namun, iklim investasi harus dijaga bersama. Pemerintah dituntut memberikan pelayanan dan kepastian, sementara dunia usaha diharapkan terus menghadirkan inovasi serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
“Sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Malang dalam RPJMD Tahun 2025–2029, kami terus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, peningkatan kualitas sumber daya manusia, perluasan kesempatan kerja, serta penguatan investasi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, hubungan antara pemerintah dan dunia usaha harus dibangun dalam semangat kolaborasi.
“Pemerintah memberikan kepastian dan pelayanan terbaik. Dunia usaha memberikan investasi, inovasi, kesempatan kerja, serta kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” imbuh Lathifah.
Inaugurasi Production Center Malang bukan sekadar seremoni. Momentum tersebut sekaligus menjadi penanda perjalanan panjang Beiersdorf di Singosari dan harapan untuk keberlanjutan investasi pada masa mendatang.
Pemkab Malang berharap aktivitas perusahaan terus memberikan multiplier effect. Tidak hanya bagi tenaga kerja, tetapi juga bagi pelaku UMKM, jasa transportasi, logistik, perdagangan serta berbagai sektor usaha yang berkaitan dengan kegiatan industri.
“Selamat atas peresmian Production Center Malang PT Beiersdorf Indonesia. Semoga fasilitas ini tumbuh menjadi pusat produksi yang modern, inovatif, berdaya saing global dan memberikan manfaat nyata bagi Kabupaten Malang,” ujar Lathifah.(imm)/ning)






