
Mabestv.Newsz.id, SIDOARJO — Sebuah peristiwa memprihatinkan terjadi pada Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 11.45 WIB, ketika seorang laki-laki yang belum diketahui identitasnya diduga tersambar Kereta Api Logawa bernomor lokomotif M101969 yang melayani rute tujuan Purwokerto. Kecelakaan itu terjadi tepat di perlintasan kereta api KM 9/15, Desa Sawotratap, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, di bawah Flyover Aloha.
Laporan peristiwa diterima pihak kepolisian sekitar pukul 12.00 WIB melalui pengaduan masyarakat yang menghubungi SPKT Polsek Gedangan. Tanpa menunda, Piket Reskrim Polsek Gedangan segera bergerak menuju tempat kejadian perkara untuk melakukan penanganan dan pengumpulan fakta di lapangan.
Berdasarkan keterangan saksi-saksi yang dikumpulkan di lokasi, peristiwa bermula ketika saksi A. Bagoes Candra (32 tahun), Satpam Stasiun Gedangan yang sedang bertugas jaga, menerima informasi bahwa Kereta Api Logawa jurusan Purwokerto berhenti mendadak di bawah Flyover Aloha karena baru saja menabrak seorang laki-laki. Ia pun segera menuju lokasi. Sesampainya di sana, terlihat korban berbaring dengan kondisi luka di bagian kepala, sementara petugas ambulans sudah memberikan pertolongan pertama. Tak lama kemudian, korban dibawa ke RSUD Sidoarjo untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut, dan kereta api pun melanjutkan perjalanannya.
Keterangan penting datang dari saksi kedua, Rohmad Mukhibi (31 tahun), Satpam Stasiun Waru yang tiba di lokasi tak lama setelah kejadian. Ia mengenali ciri-ciri korban dan mengungkapkan bahwa pada dini hari yang sama, sekitar pukul 00.30 WIB, korban juga diduga berniat mengakhiri hidupnya di perlintasan kereta api Jemursari, Surabaya. Namun niat tersebut diketahui dan dicegah oleh warga sekitar, sehingga saat itu belum terjadi peristiwa yang membahayakan.
Hingga saat ini, identitas korban belum diketahui. Tidak ditemukan dokumen atau tanda pengenal apa pun pada dirinya. Dari lokasi kejadian, pihak kepolisian berhasil mengamankan sejumlah barang milik korban yang dijadikan barang bukti, yaitu satu tas slempang warna biru yang berisi jam tangan, sikat gigi, pasta gigi, dan kopi, serta satu buah sepatu sebelah kanan merek Adidas warna biru navi kombinasi kuning. Barang-barang tersebut diharapkan dapat membantu pihak kepolisian dalam melacak identitas korban maupun keluarganya.
Saat ini korban masih dalam keadaan hidup dan sedang menjalani perawatan medis di RSUD Sidoarjo. Pihak kepolisian juga telah mengajukan permohonan pemeriksaan Visum et Repertum untuk mengetahui secara pasti jenis dan tingkat luka-luka yang dialami. Langkah-langkah penanganan yang terus dilakukan antara lain menyusun Laporan Polisi, menggali lebih dalam keterangan dari para saksi, mengamankan barang bukti, serta terus berupaya mencari identitas korban dan keluarganya.
Kapolsek Gedangan, Kompol Anak Agung Gede Putra Wisnawa, S.H., M.A.P., menegaskan bahwa pihaknya masih terus melakukan penyelidikan menyeluruh terkait peristiwa ini. Masyarakat yang mengenali ciri-ciri korban atau memiliki informasi terkait identitasnya dimohon untuk segera menghubungi Polsek Gedangan atau kantor kepolisian terdekat.(Imam)






