
Mabestv.Newsz.id, Jakarta, 1 Agustus 2026 –
Karya Penulis Bersertifikasi:
Dr. (c) Adv. Rikha Permatasari, S.H., M.H., C.Med., C.LO., C.PIM.
Indonesia Merdeka…
Namun, Kemerdekaan itu belum sepenuhnya singgah di hati Abangku, Pelda Chrestian Namo
Seorang Ayah yang merintih dalam sunyi, menangis di balik jeruji SubDenpom Kupang pasca tragedi yang merenggut putra tercintanya, Almarhum Prada Lucky Namo
Lebih dari dua ratus hari waktu berlalu, namun kebebasan masih terasa jauh. Di negeri yang menjunjung hukum, masih tersisa pertanyaan: Adakah Kekuasaan diciptakan untuk Melindungi, atau justru Membungkam?
Indonesia Merdeka…
Namun kemerdekaan belum sepenuhnya hadir bagi keluarga Almarhum Prada Yansen
Air mata mereka belum juga kering, sementara kepastian hukum masih menjadi penantian panjang.
Mereka hanya menginginkan kebenaran, namun yang datang silih berganti adalah narasi, sementara fakta terus mencari ruang untuk didengar.
Di berbagai sudut negeri, masih ada keluarga Prajurit lainnya yang kehilangan anak-anak Terbaik bangsa. Mereka berangkat mengabdi dengan seragam kebanggaan, namun yang pulang hanyalah Jenazah.
Dan hingga kini, mereka masih bertanya: di manakah keadilan itu bersemayam???
_Indonesia Merdeka…_
Namun kemerdekaan belum sepenuhnya berpihak kepada seorang rakyat desa, *Teguh Riyanto dari Sragen, Jawa Tengah.*
Seorang rakyat kecil yang berjuang melawan ketidakadilan dengan tangan yang nyaris tak memiliki apa-apa selain harapan.
Kemiskinan sering kali membuat jalan menuju keadilan terasa semakin jauh.
Pintu-pintu kekuasaan terlihat begitu megah, namun tak selalu mudah diketuk oleh suara rakyat kecil.
Wahai Pemimpin Negeri…
Lihatlah… Dengarkanlah rintihan anak-anak Bangsamu.
Jangan biarkan Mata tak lagi melihat Penderitaan, dan Telinga tak lagi mendengar Tangisan Rakyat.
Jabatan yang Engkau emban adalah amanah, bukan kemuliaan untuk diri sendiri.
Karena doa orang yang terzalimi, dalam keyakinan banyak orang, adalah doa yang mengetuk Langit.
Wahai Pemimpin Negeri…
Bukalah hati nuranimu.
Ulurkan tanganmu kepada mereka yang sedang memikul beban.
Hadirkan keadilan tanpa membedakan pangkat, jabatan, ataupun kekayaan.
Sebab kejayaan Indonesia tidak hanya dibangun oleh gedung-gedung megah, tetapi oleh kepercayaan rakyat bahwa hukum benar-benar berdiri untuk semua.
Semoga Tuhan menuntun setiap langkah para pemimpin negeri, memberi hikmat, keberanian, dan kebijaksanaan untuk menegakkan keadilan.
Merdeka…
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.
Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.
Tuhan memberkati Indonesia tercinta. (imm)




