Mabestv.Newsz.id, MALANG – Peristiwa tragis menimpa seorang lansia asal Kota Malang pada Jumat (5/6/2026) siang. Korban bernama Maheno Sri Widodo (66), warga Jalan Vinolia, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh dari jalan setapak setinggi 3 meter di kawasan perkebunan jeruk, Dusun Karangtengah, Desa Karangwidoro, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.
Menurut keterangan Plt. Kapolsek Dau, AKP Hari Eko Utomo, S.AP., M.H., kejadian bermula sekira pukul 08.00 WIB saat korban datang ke perkebunan jeruk miliknya bersama dua orang pekerja bangunan, Muhammad Sofi dan Samuji. Setibanya di lokasi, kedua pekerja tersebut langsung memulai aktivitas pembangunan di area kebun.
”Sekira pukul 10.30 WIB, korban pamit meninggalkan area kebun dengan mengendarai sepeda motor. Rencananya, korban hendak membeli bahan bangunan sekaligus bersiap untuk melaksanakan ibadah sholat Jumat,” ujar AKP Hari Eko Utomo dalam laporan resminya, Jumat malam.
Namun malang tak dapat ditolak. Sekira pukul 12.30 WIB, seorang saksi lain bernama Prapto mendapati korban sudah dalam posisi tergeletak tidak sadarkan diri di tengah jalan setapak bawah. Sementara itu, sepeda motor milik korban ditemukan masih tersangkut di bibir jalan setapak atas yang memiliki ketinggian sekitar 3 meter dari posisi korban terjatuh.
Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Dau bersama Tim Tenaga Kesehatan (Nakes) PMI Kabupaten Malang dan perangkat desa setempat langsung bergerak cepat mendatangi lokasi untuk mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta mengevakuasi korban.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis di lokasi kejadian yang dipimpin oleh Adinda Evazumay Ricixa, S.Kep., dari PMI Kabupaten Malang, tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas kekerasan pada tubuh korban.
”Korban diperkirakan sudah meninggal dunia sekitar 1 jam sebelum ditemukan. Penyebab kematian diduga kuat akibat benturan keras pada bagian kepala saat terjatuh dari ketinggian 3 meter bersama sepeda motornya,” jelas pihak kepolisian berdasarkan hasil visum luar dari nakes.
Pihak kepolisian juga mencatat bahwa korban diketahui memiliki riwayat penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi), yang diduga menjadi pemicu korban kehilangan kendali saat berkendara di jalur perladangan tersebut.
Saat ini, jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga. Keluarga korban menyatakan telah menerima kejadian ini dengan ikhlas sebagai musibah murni kecelakaan. Mereka juga menolak untuk dilakukan tindakan otopsi dan telah menandatangani surat pernyataan tidak menuntut pihak manapun di kemudian hari.(u-hmssekdau/Imam)