Mabestvnews, Jakarta : Penguatan pendidikan karakter dan nilai nilai kebangsaan kembali menjadi perhatian di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital yang memengaruhi kehidupan generasi muda. Akademisi dan pemerhati pendidikan, Dr. Iswadi, M.Pd., mendorong agar sekolah kembali menanamkan semangat Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) sebagai bagian dari upaya memperkuat karakter pelajar Indonesia.
Menurut Dr. Iswadi, nilai.nilai Pancasila harus terus hadir dalam kehidupan sehari-hari peserta didik, bukan hanya menjadi materi hafalan di ruang kelas. Ia menilai, tantangan sosial yang dihadapi generasi muda saat ini membutuhkan pendekatan pendidikan yang lebih kuat dalam membangun moral, etika, toleransi, disiplin, dan rasa cinta tanah air.
Pendidikan tidak hanya bertugas mencetak siswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga harus mampu membentuk karakter dan kepribadian yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila,ujar Dr. Iswadi dalam keterangannya kepada media.
Ia menjelaskan bahwa semangat P4 yang pernah diterapkan di Indonesia pada masa lalu memiliki tujuan mulia, yakni membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya persatuan, gotong royong, serta penghormatan terhadap keberagaman bangsa Indonesia. Namun demikian, menurutnya, penerapan nilai-nilai tersebut pada era sekarang perlu dilakukan dengan pendekatan yang lebih modern, demokratis, dan sesuai perkembangan zaman.
Dr. Iswadi menegaskan bahwa gagasan menghidupkan kembali semangat P4 bukan berarti mengulang pola lama secara kaku ataupun menghadirkan indoktrinasi di lingkungan pendidikan. Sebaliknya, yang dibutuhkan adalah revitalisasi nilai.nilai luhur Pancasila melalui metode pembelajaran yang kreatif, partisipatif, dan relevan dengan kehidupan generasi muda saat ini.
Esensi yang perlu dihidupkan kembali adalah semangatnya, yakni bagaimana siswa memahami pentingnya toleransi, menghargai perbedaan, memiliki tanggung jawab sosial, serta menjunjung tinggi persatuan bangsa, katanya.
Menurutnya, dunia pendidikan saat ini menghadapi tantangan serius, termasuk meningkatnya perilaku intoleransi, perundungan, menurunnya etika dalam pergaulan, hingga pengaruh negatif media sosial yang dapat memengaruhi pola pikir generasi muda. Karena itu, sekolah perlu menjadi ruang yang mampu memperkuat karakter kebangsaan dan membangun kesadaran moral peserta didik.
Dr. Iswadi juga menilai bahwa penguatan nilai Pancasila dapat diintegrasikan melalui berbagai kegiatan sekolah, baik dalam proses pembelajaran formal maupun aktivitas nonakademik. Misalnya melalui diskusi kebangsaan, kegiatan sosial, kerja bakti, penguatan budaya gotong royong, hingga program kepemimpinan siswa yang menanamkan nilai tanggung jawab dan kepedulian sosial.
Selain itu, ia menekankan pentingnya peran guru sebagai teladan dalam membentuk karakter siswa. Menurutnya, pendidikan karakter akan berjalan efektif apabila tenaga pendidik tidak hanya menyampaikan teori, tetapi juga memberikan contoh nyata dalam kehidupan sehari.hari.
Guru memiliki posisi strategis dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan. Keteladanan menjadi kunci utama agar siswa mampu memahami dan mengamalkan Pancasila secara nyata, ujarnya.
Dalam pandangannya, penguatan semangat P4 juga perlu melibatkan keluarga dan masyarakat agar pembentukan karakter anak berlangsung secara berkelanjutan. Ia menilai lingkungan sosial memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan sikap dan perilaku generasi muda.
Karena itu, ia berharap adanya sinergi antara pemerintah, sekolah, orang tua, tokoh masyarakat, dan komunitas pendidikan untuk bersama-sama memperkuat pendidikan karakter berbasis Pancasila. Menurutnya, keberhasilan pembangunan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kemajuan ekonomi dan teknologi, tetapi juga kualitas moral serta karakter masyarakatnya.
Dr. Iswadi menambahkan bahwa Indonesia sebagai bangsa yang besar dan majemuk membutuhkan generasi muda yang mampu menjaga persatuan dan menghargai keberagaman. Ia mengingatkan bahwa Pancasila merupakan fondasi utama bangsa yang harus terus diwariskan kepada generasi penerus di tengah berbagai tantangan zaman.
Generasi muda harus memahami bahwa keberagaman adalah kekuatan bangsa. Nilai-nilai Pancasila harus menjadi pedoman dalam kehidupan sosial, pendidikan, dan berbangsa, katanya.
Ia juga mengapresiasi berbagai langkah pemerintah dalam memperkuat pendidikan karakter melalui kurikulum dan program penguatan profil pelajar Pancasila. Namun menurutnya, implementasi di lapangan perlu terus diperkuat agar nilai-nilai tersebut benar-benar tertanam dalam perilaku siswa sehari.hari.
Ke depan, Dr. Iswadi berharap sekolah sekolah di Indonesia dapat menjadi pusat pembentukan karakter bangsa yang tidak hanya melahirkan generasi cerdas, tetapi juga generasi yang berintegritas, toleran, berakhlak, dan memiliki semangat kebangsaan yang kuat.
Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki jiwa Pancasila yang kuat. Inilah yang harus menjadi perhatian bersama dalam dunia pendidikan kita, tutupnya.
Dengan semakin besarnya tantangan global dan perubahan sosial yang cepat, penguatan nilai-nilai Pancasila dinilai menjadi langkah penting dalam menjaga identitas bangsa sekaligus membangun masa depan Indonesia yang harmonis, maju, dan berkarakter.##