Mabestv.Newsz.id, Roxy, Jakarta – Penyanyi untuk anak Ibu itu usianya berapa, Bu? Kalau boleh tahu, nanti pada tanggal 11 Mei usianya genap 35 tahun. Ia sudah mengenal UBS sejak tahun 1998, saat usianya baru 7 tahun. Luar biasa, sejak kecil sudah dekat dengan dunia ini. Bahkan sejak umur 4 tahun, lagu favoritnya adalah “I Want to Be Free” dan lagu “Ayah”. Pernah suatu kali tampil di Gedung Kuningan, saat ulang tahun WS, dan satu gedung sampai menangis mendengar ia menyanyikan lagu tersebut.
Saya sendiri mulai mengenal Pak Haji saat itu, ketika masih belum memahami bisnis jaringan. Yang saya tahu hanya sederhana: membeli satu paket, lalu punya dua mitra. Pola pikir saya waktu itu sangat sederhana, menghitung-hitung secara logika. Kalau beli beberapa paket, berarti tinggal mencari sejumlah orang yang benar-benar mau menjalankan usaha ini dengan serius seperti saya. Jadi saya tidak pernah memilih-milih orang, siapa saja saya ajak, setiap hari saya bawa ke kelas, mau ikut atau tidak itu urusan nanti.
Pada masa itu, tahun 1998, kegiatan bisa sampai malam hari. Saya tetap semangat meskipun harus membagi waktu dengan keluarga. Anak saya yang kedua saat itu masih SMP, usia 14 tahun, dan yang kecil baru 7 tahun. Saya tetap berjualan, bahkan membawa berbagai macam kue untuk ditawarkan. Dari situ saya belajar mandiri dan semakin mencintai pekerjaan ini.
Saya menjalankan usaha ini dengan sepenuh hati. Bukan hanya sekadar mencari keuntungan, tapi benar-benar menikmati proses bertemu orang dan mengajak mereka. Saya pernah menjalankan usaha ini hingga tahun 2009, kemudian sempat beralih ke bidang lain, termasuk di perusahaan travel umroh. Namun setelah perjalanan panjang, saya menyadari bahwa pengalaman saya di UBS selama 12 tahun itu seperti proses pendidikan dari SD sampai SMA.
Anak saya yang paling kecil ternyata mewarisi bakat seni. Sejak kecil suka bernyanyi dan tampil di panggung. Bahkan pernah menyanyikan lagu Mandarin di depan banyak orang. Sekarang Alhamdulillah sudah bekerja. Setelah menyelesaikan kuliah, meskipun sempat terhenti, akhirnya bisa lulus dan bahkan mendapat hadiah umroh dari kakaknya. Saat masih di Mekah, ia sudah mendapatkan panggilan kerja.
Saya sendiri akhirnya kembali lagi ke dunia ini. Awalnya hanya sering mampir setelah dari dokter gigi, lalu melihat perkembangan usaha yang dijalankan Pak Haji. Saya sempat belum tertarik karena sedang menjalankan usaha lain, tetapi usaha tersebut tidak berjalan lancar.
Pada suatu waktu, kondisi kesehatan saya menurun. Sendi-sendi terasa sakit, tangan terasa kaku dan bengkok, bahkan sempat disarankan operasi. Saat datang ke kantor, saya mendengar penjelasan tentang produk. Saya mencoba produk tersebut, dan Alhamdulillah perlahan kondisi saya membaik.
Sejak itu saya kembali menjalankan usaha ini dengan semangat. Saya memang punya jiwa dagang, jadi setiap bertemu orang saya selalu menawarkan. Soal bonus atau tidak, itu bukan fokus utama saya. Yang penting saya merasa ini seperti pulang ke rumah sendiri.
Perjalanan hidup saya juga penuh cerita, termasuk membesarkan anak-anak hingga sukses. Salah satu anak saya bahkan menjadi anggota kepolisian dan pernah bertugas sebagai pengawal pejabat penting. Semua itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya.
Saat ini saya melihat UBS sebagai wadah yang sangat baik untuk membantu masyarakat. Tujuannya mulia, membuka lapangan kerja dan membantu orang-orang yang ingin mengubah nasib. Rezeki itu akan mengalir bagi mereka yang mau berusaha dan tidak menyerah.
Saya percaya, selama kita mau bekerja keras dan membantu orang lain, maka usaha ini bisa menjadi jalan kebaikan. Kita tidak bisa memaksa orang, tapi bagi yang mau, ini adalah peluang besar.
Di usia saya yang sudah 66 tahun, harapan saya sederhana. Saya ingin terus berusaha, memberikan yang terbaik untuk anak-anak saya, dan membuktikan bahwa seorang ibu tetap bisa berjuang. Saya juga berharap anak saya mendapatkan jodoh yang baik dan hidup bahagia.
Terima kasih. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat malam.
/Supriyadi