Jakarta – Sebuah isu viral baru-baru ini menyebutkan bahwa Lapangan Tembak Senayan, yang berada di kompleks Parlemen Jakarta, akan dipindahkan ke lokasi lain, termasuk kemungkinan besar ke wilayah Cilangkap. Isu ini memicu kekhawatiran dari warga sekitar, terutama karena adanya peristiwa peluru nyasar yang pernah menembus ruang kerja DPR RI beberapa tahun lalu.
Peristiwa tersebut menjadi dasar bagi pihak-pihak terkait untuk mengambil langkah tegas, termasuk merelokasi lapangan tembak yang dinilai berisiko tinggi. Dalam rapat yang dihadiri oleh Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR, Sekretariat Negara (Setneg), Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), serta Polri, disepakati bahwa lapangan tembak harus ditutup atau dipindahkan secepatnya.
“Kita sudah laksanakan rapat dengan Kemenpora, Kemensesneg, Pengelola Senayan (PPK GBK), dan Polri. Kita sepakat untuk menutup atau merelokalisasi lapangan tembak segera mungkin,” ujar Ketua BURT DPR Anthon Sihombing seusai rapat, Rabu (24/10/2018).
Menurut Anthon, relokasi lapangan tembak diperlukan karena lokasinya yang dekat dengan objek vital seperti Kompleks Parlemen, sekolah, dan area publik lainnya. Ia juga menyoroti standar internasional, seperti di Incheon, Korea Selatan, yang menjauhkan lapangan tembak dari pusat kota sejauh 25 km.
Selain itu, pihak BURT juga meminta agar pengamanan Kompleks Parlemen ditingkatkan. Mereka meminta penugasan kepada kementerian lembaga terkait untuk memastikan keamanan di area tersebut. Anthon juga menegaskan bahwa keputusan ini dilakukan untuk memberi rasa aman bagi anggota DPR dan pejabat negara lainnya.
Sementara itu, kekhawatiran warga sekitar terkait rencana pemindahan Lapangan Tembak Senayan tidak bisa diabaikan. Beberapa warga di sekitar Cilangkap khawatir jika lokasi baru nantinya tetap berpotensi menyebabkan peluru nyasar. Hal ini didasari oleh kejadian sebelumnya, di mana peluru nyasar menembus rumah warga di Cengkareng Barat, Jakarta Barat, pada Februari 2025.
Dalam insiden tersebut, seorang bocah berusia lima tahun, M, terkena peluru nyasar saat sedang tidur di rumahnya. Ayahnya, Elmanto, mengungkapkan ketakutan dan kekhawatiran terhadap kejadian serupa yang bisa terulang.
“Harus nyeret kaki gitu, pincang. Soalnya kan diperban juga,” kata Elmanto, yang mengatakan anaknya masih belum bisa berjalan normal hingga saat ini.

Pihak kepolisian sedang menyelidiki asal peluru tersebut. Proyektil yang ditemukan telah diamankan oleh Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri untuk dilakukan uji balistik. Plt Kasie Humas Polres Metro Jakarta Barat, Iptu Muri, mengatakan bahwa proses penyelidikan sedang berlangsung.
Insiden peluru nyasar ini tidak hanya menimbulkan kekhawatiran bagi keluarga korban, tetapi juga memicu diskusi tentang keamanan dan pengelolaan fasilitas umum yang berpotensi membahayakan masyarakat sekitar. Rekomendasi untuk merelokasi Lapangan Tembak Senayan merupakan salah satu upaya untuk menghindari risiko serupa di masa depan.
